Puisi Hari Ibu: Madrasah Cinta di Bulan Rajab

By Opini Ummah | 24 December 2025 10:29:41 | 155 | 0
ilustrasi by writer
ilustrasi by writer

Madrasah Cinta di Bulan Rajab
Oleh Diah Lutfiani


Ibu,

Di matamu, aku pertama kali mengenal "Bismillah".

Bukan sebagai mantra yang kaku,

Tapi sebagai ketukan lembut di pintu hati,

Bahwa setiap napas adalah titipan Ilahi.

Kau ajarkan Islam tidak dengan amarah,

Tapi dengan sajadah yang tergelar ramah.

Kau tunjukkan Tuhan itu Maha Indah,

Lewat senyummu yang tak pernah lelah,

Menuntun jemariku mengeja Alif, Ba, Ta,

Hingga aku paham arti cinta Sang Pencipta.


Kini,

Saat hilal Rajab menyapa cakrawala,

Aku teringat dongengmu tentang perjalanan malam,


Tentang Isra’ dan Mi’raj, tentang hadiah shalat,

Yang kau ceritakan dengan suara hangat,

Seolah kau sedang memelukku erat.

Kau bilang, "Nak, Rajab adalah bulan menanam."


Dan aku sadar, Ibu...

Kaulah petani yang paling sabar itu.

Kau yang menanam benih iman di tanah jiwaku yang tandus,

Menyiraminya dengan air mata doa di sepertiga malam,

Merawatnya dengan Istighfar yang tak pernah padam.


Jika Rajab adalah bulan Allah yang mulia,

Maka bagiku, engkau adalah bukti kasih sayang-Nya di dunia.

Terima kasih telah mengenalkanku pada kiblat,

Tanpa membuatku merasa tersesat.

Terima kasih telah mewariskan agama ini dengan damai,

Seindah pelangi, sejuk bagai sungai.


Ya Allah,

Di bulan haram yang penuh ampunan ini,

Haramkanlah api neraka menyentuh kulit Ibuku.

Jadikanlah setiap huruf Quran yang ia ajarkan padaku,

Menjadi cahaya yang menerangi jalan pulangnya menuju-Mu.


Ibu, selamat hari Ibu.

Doaku memelukmu, seluas langit Rajab yang biru.

TAG