AL-‘AFUW (Yang Maha Pemaaf)

By Panti Al Munjin Ariosan | 05 January 2026 10:21:38 | 116 | 0
iustrasi oleh mediaummat.news
iustrasi oleh mediaummat.news

Kata “’Afuw” muncul dalam Al-Qur’an sebanyak 5 kali, semuanya merupakan sifat Allah Swt.

Makna Kebahasaan Al-‘Afuw

Secara bahasa, kata ‘Afuw memiliki dua makna dasar, yakni tarku asy syai (meninggalkan sesuatu) dan thalabu asy syay (meminta sesuatu). ‘Afuw adalah turunan dari kata ‘afwu, yang bermakna “menghapuskan”, “menghilangkan” dan “melenyapkan”.

Allah Al-‘Afuw

Al-‘Afuw adalah salah satu nama indah yang diperkenalkan Allah kepada kita dalam Al-Qur’an

“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa”.

Kata ‘Afuw bermakna superlatif, yakni Allah banyak memaafkan. Sedangkan kata al-‘afw berarti memaafkan dosa-dosa sehingga Dia tidak membalas orang-orang yang berbuat salah.

Al-‘Afuw menurut Imam Al Ghazali adalah Allah yang menghapus keburukan-keburukan dan mengampuni kekejian atau pelanggaran-pelanggaran. Al Ghazali juga membedakan Al-‘Afuw dengan Al-Ghafuur. Al-Ghafuur lebih mengacu pada penutupan dosa, sedangkan Al-‘Afuw mengacu pada penghapusan dosa. Penghapusan dosa memiliki tekanan yang lebih kuat daripada penutupan dosa. (Al-Maqshad al-Asnaa, Hal. 117).

Sementara itu, Ibn Qayyim melukiskan makna Al-‘Afuw dalam syairnya: “Dia Maha Pemaaf. Maaf-Nya meliputi semua makhluk. Kalau tidak karena maaf-Nya, niscaya bumi akan terbenam, menenggelamkan seluruh penghuninya”. (Nuuniyyah, 2/227). Salah satu sifat pemaaf-Nya adalah Dia menutupi dosa (hamba) di dunia, serta tidak membeberkannya di depan umum. Di akhirat, Dia juga menutupi sebagian besar dosa-dosa itu, kemudian menyampaikan kabar gembira berupa pengampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat. Karena itu kita hendaknya memohon pengampunan kepada-Nya dalam berbagai kesempatan,termasuk setiap usai shalat fardhu dan pada saat-saat baik untuk berdoa lainnya.

Berkenaan dengan itu Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw tentang apa yang harus diucapkan pada malam lailatul qadr. Beliau mengajari Aisyah sebuah doa, “Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memaafkan. Maka maafkanlah aku”. (HR Tirmidzi No.3435, Kitaab Ad-Da’awaat ‘an Rasulillah, Bab Minhu, Hadist ini shahih dalam As-Silsilah Ash-Shahiihah No. 3337).

Demikianlah Allah Yang Maha Pemaaf.

 

TAG