Cerita Islam: Berkah Kejujuran, Rezeki yang Membawa Kembali pada Allah BAGIAN 1
By Admin | 20 March 2026 01:24:05 | 100 | 0
Di sebuah kampung di pinggiran kota, hiduplah seorang pemuda bernama Rasyid. Ia adalah seorang yang dulunya rajin ke masjid, akrab dengan bacaan Al-Qur'an, dan dikenal sebagai anak yang saleh. Namun, sejak merantau ke kota besar dan bergaul dengan teman-teman baru, perlahan Rasyid mulai meninggalkan shalat lima waktu. Ia masih mengaku Muslim, tapi hatinya mulai lalai. Dunia dengan segala gemerlapnya telah melenakannya.
Rasyid bekerja sebagai sopir taksi online. Setiap hari ia berkeliling kota, bertemu berbagai macam orang, namun hatinya tetap hampa. Ia merasa ada yang hilang. Kadang ia rindu suara adzan yang dulu begitu lekat di telinganya, tapi rasa malas dan gengsi membuatnya enggan kembali ke masjid.
Ujian Kejujuran
Suatu malam yang gerimis, Rasyid mendapat order dari seorang pria paruh baya yang tampak terburu-buru. Pria itu duduk di kursi belakang sambil terus menelepon, berbicara tentang urusan bisnis yang sepertinya sangat penting. Sesampainya di tujuan, pria itu buru-buru turun dan membayar menggunakan uang elektronik. Tak lama setelah mobil melaju, Rasyid melihat sebuah tas kulit terselip di sela-sela kursi.
Rasyid membuka tas itu. Matanya terbelalak. Di dalamnya terdapat uang tunai dalam jumlah yang sangat besar—jutaan rupiah—ditambah sebuah map berisi dokumen-dokumen penting dan satu buah tablet.
Jantung Rasyid berdegup kencang.
"Subhanallah... banyak sekali," gumamnya.
Setan langsung berbisik. "Ini rezeki nomplok, Rasyid. Tidak ada yang tahu. Kau bisa melunasi hutang, bisa beli ini dan itu. Lagipula orang itu kaya, dia pasti tidak akan terlalu kehilangan."