Cengbeng (Qingming)

By Melissa Kumalasari Djiono | 31 March 2026 09:23:18 | 95 | 0
-
-

Cengbeng (Qingming) adalah tradisi tahunan masyarakat Tionghoa untuk ziarah kubur, membersihkan makam, dan memberi persembahan kepada leluhur sebagai bentuk bakti (Xiao) dan penghormatan, biasanya jatuh pada 4 atau 5 April. Ini adalah momen penting bagi keluarga untuk berkumpul dan mengenang jasa nenek moyang.

Penggunaan dan Tradisi Cengbeng:

  • Pembersihan Makam: Anggota keluarga datang ke makam untuk membersihkan area, mencabuti rumput, dan mengecat ulang huruf pada batu nisan.
  • Persembahan (Sesajen): Membawa makanan, buah-buahan (samkuo), makanan vegetari (cai choi), ayam/babi (sam sang), dan arak.
  • Sembahyang: Membakar dupa (hio), lilin merah, dan uang kertas (kim cin) atau barang tiruan sebagai simbol bakti.
  • Ziarah Keluarga: Anak cucu dari berbagai daerah sering pulang kampung untuk berkumpul, menabur bunga, dan berdoa di makam.
     

    Sinonim dan Istilah Terkait:

  • Qingming Festival (清明节): Istilah bahasa Mandarin.
  • Sembahyang Kubur: Istilah umum di Indonesia.
  • Festival Bersih dan Terang: Makna harfiah Qingming.
  • Pendem: Istilah lokal untuk ziarah di beberapa daerah, seperti di Bangka Belitung.

    Tradisi ini berakar dari ajaran Kong Hu Cu yang menekankan rasa hormat kepada orang tua/leluhur, baik saat masih hidup maupun telah tiada.
TAG