“Bangunlah dan Bersiaplah untuk Dakwah”

By Admin Mediaummat | 22 September 2023 12:20:36 | 174 | 0
kompasian
kompasian

“Bangunlah dan Bersiaplah untuk Dakwah”

            Beberapa waktu setelah turunnya wahyu yang pertama, Nabi Muhammad SAW kembali mendapat wahyu yang berisi beberapa macam perintah, dalam firman Allah SWT pada surat Al-Muddatstsir ayat1-7: “Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) tuhanmu, bersabarlah”. ()

            Secara sepintas hal ini merupakan perintah-perintah yang sederhana dan remeh. Namun pada hakikatnya mempunyai tujuan yang jauh, berpengaruh sangat kuat dan nyata, yang dapat dirinci sebagai berikut :

  • Tujuan pemberian peringatan, agar siapa pun yang menyalahi keridhaan Allah di dunia ini diberi peringatan tentang akibatnya yang pedih dikemudian hari, dan yang pasti akan mendatangkan kegelisahan dan ketakutan di dalam hatinya.
  • Tujuan mengagungkan Rabb, agar siapa pun yang menyombongkan diri di dunia tidak dibiarkan begitu saja melainkan kekuatanya akan dipunahkan dan keadaanya dibalik total, sehingga tidak ada kebesaran yang tersisa di dunia selain kebesaran Allah.
  • Tujuan membersihkan pakaian dan meninggalkan perbuatan dosa, agar kebersihan lahir dan batin benar-benar tercapai, begitu juga dalam membersihkan jiwa dari segala noda dan kotoran bisa mencapai titik kesempurnaan, agar jiwa manusia berada di bawah lindungan rahmat Allah, penjagaan, pemeliharaan, hidayah dan cahaya-Nya, sehingga dia menjadi sosok paling ideal ditengah masyarakat manusia, mengundang pesona semua hati dan decak kekaguman.
  • Tujuan larangan mengharap yang lebih banyak dari apa yang diberikan, agar seseorang tidak menganggap perbuatan dan usahanya sesuatu yang besar lagi hebat, agar dia senantiasa berbuat dan berbuat, lebih banyak berusaha dan berkorban, lalu melupakannya. Bahkan dengan perasaanya di hadapan Allah, dia tidak merasa telah berbuat dan berkorban.
  • Dalam ayat yang terakhir terdapat isyarat tentang gangguan, siksaan, ejekan dan olok-olok yang bakal dilancarkan orang-orang yang menentang, bahkan mereka berusaha membunuh beliau dan membunuh para sahabat serta menekan setiap orang yang beriman disekitar beliau. Allah memerintahkan agar beliau bersabar dalam menghadapi semua itu, dengan modal kekuatan dan ketabahan hati, bukan dengan tujuan untuk kepentingan pribadi, tetapi karena keridhaan Allah semata.

 Allah Maha Besar, alangkah sederhananya perintah-perintah ini jika dilihat secara sepintas. Alangkah lembut sentuhannya. Tetapi betapa besar dan berat pengamalannya, alangkah besar pengaruh guncangannya terhadap seisi alam dan membiarkan sebagian berbenturan dengan sebagian yang lain.

Ayat-ayat ini sendiri mengandung materi-materi dakwah dan tabligh. Pemberian peringatan itu sendiri biasanya mengandung berbagai reaksi yang kurang menyenangkan pelakunya. Apalagi semua orang sudah tahu bahwa dunia ini tidak mau tahu apa yang dilakukan manusia dan tidak akan memberi balasan macam apapun terhadap apapun yang mereka telah kerjakan. Pemberian peringatan menuntut kedatangan suatu hari di luar hari-hari dunia, yang pada saat itu akan ada pembalasan. Hari itu adalah hari kiamat atau hari pembalasan. Hal ini mengharuskan adanya suatu kehidupan lain yang berbeda denga kehidupan yang dijalani manusia di dunia.

 Semua ayat ini menuntut tauhid yang jelas dari manusia, penyerahan urusan kepada Allah SWT, meninggalkan kesenangan diri sendiri dan keridhaan manusia, untuk dipasrahkan kepada keridhaan Allah. Jadi, hal-hal yang terangkum di sini meliputi: Masalah ketauhidan, Iman kepada hari akhirat, membersihkan jiwa, dengan cara menjauhkan kemungkaran dan kekejian yang kadang-kadang mengakibatkan munculnya hal-hal yang kurang menyenangkan, mencari keutamaan, kesempurnaan dan perbuatan-perbuatan yang baik, menyerahkan semua urusan kepada Allah, semua itu dilakukan setelah beriman kepada risalah Nabi Muhammad, bernaung di bawah kepemimpinan dan bimbingan Beliau.

            Di samping itu, permulaan ayat-ayat ini mengandung seruan yang tinggi, sebagai perintah yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, agar Beliau bangun dari tidur dan melepas selimut, siap untuk berjihad dan berjuang, “Hai orang yang berselimut, bangunlah lalu berilah peringatan”. Seakan-akan Allah berfirman, “Sesungguhnya orang yang hidup untuk dirinya bisa hidup tenang dan santai. Tetapi engkau yang memanggul beban besar ini, mengapa tidur-tiduran saja? Mengapa engkau santai-santai saja? Mengapa engkau masih terlentang di atas tempat tidur yang nyaman dan tenang-tenang saja? Bangunlah untuk menggapai urusan besar yang sudah menantimu. Beban berat sudah menunggu di hadapanmu. Bangunlah untuk berjihad dan berjuang. Bangunlah, karena waktu tidur dan istirahat sudah habis. Sejak hari ini engkau harus siap untuk lebih banyak berjaga pada malam hari dan perjuangan yang berat lagi panjang. Bangunlah dan bersiaplah untuk semua ini”

            Sungguh ini merupakan perkataan yang besar dan menakutkan, yang membuat beliau melompat dar tempat tidurnya yang nyaman di rumah yang penuh kedamaian, siap terjun ke kancah, di antara arus dan gelombang, antara yang keras dan yang menarik menurut perasaan manusia, terjun ke kancah kehidupan.

            Maka Rasulullah SAW bangkit, dan setelah itu selama dua puluh lima tahun beliau tidak pernah istirahat dan diam, tidak hidup untuk diri sendiri dan keluarga beliau. Beliau bangkit dan senantiasa bangkit untuk berdakwah kepada Allah, memanggul beban berat dipundaknya, tidak mengeluh dalam melaksanakan beban amanat yang besar di muka bumi ini, memikul beban kehidupan semua orang, beban akidah, perjuangan dan jihad, di berbagai medan. Beliau pernah hidup di medan peperangan secar terus-menerus dan berkepanjangan selama itu, semenjak beliau mendengar seruan yang agung dan mendapat beban kewajiban. Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan kepada beliau dan kepada siapa pun.

           

 

TAG