Jumat dengan Kemuliaan Berlipat

By Agus Fadilla Sandi | 05 April 2024 16:35:00 | 43 | 0
gambar dari canva
gambar dari canva

Tak terasa kita telah sampai pada Jumat terakhir di bulan Ramadan. Rasa haru pilu bercampur padu. Sadar, sebab ibadah masih ala kadar, sedang tak ada jaminan mendapatkan lailatulqadar. Kendati demikian, masih ada kesempatan bagi yang ingin mendapatkan keberlimpahan dengan sungguh-sungguh menjalani sore ini yang sarat kemuliaan. 

Hendaknya setiap muslim memanfaatkan waktu istimewa di sore hari ini dengan sungguh-sungguh beribadah di dalamnya. Allah ﷻ berfirman, 

...فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ...

"...Berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan..." (Q.S. Al-Baqarah [2]: 148)

Ayat di atas menjadi dorongan bagi setiap hamba untuk bersungguh-sungguh melakukan ketaatan. Terkhusus di sore hari nan istimewa pada Jumat terakhir di bulan Ramadan. Berlomba-lombalah dalam hal kebaikan dengan harapan agar amalan diterima dan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak!

Inilah sore hari dengan kemuliaan yang berlipat. Pada sore ini berkumpul dua momentum kemuliaan yang berlimpah ampunan; hari Jumat dan hari-hari bulan Ramadan. Nabi ﷺ bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

"(Antara) salat lima waktu, Jumat ke Jum’t dan Ramadan ke Ramadan, terdapat penghapus dosa-dosa, selama tidak melanggar dosa-dosa besar." (H.R Muslim, no. 233)

Sore ini juga terhimpun dua perkataan mulia yang patut disyiarkan; selawat kepada Nabi ﷺ dan tilawah Al-Qur'an. Tilawah Al-Qur’an sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Pun selawat disunahkan untuk diperbanyak di hari Jumat sebagaimana sabda Nabi ﷺ yang berbunyi, 

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah selawat kepadaku pada setiap Jumat, karena selawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak berselawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (H.R. Baihaqi)

Begitupun sore hari ini bertemu dua momentum doa mustajab, yakni doa di sore hari Jumat dan doa saat berpuasa hingga menjelang berbuka. Keduanya merupakan momentum mustajabnya doa. Rasulullah ﷺ bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah Ashar.” (H.R. Abu Dawud No. 1048)

Dengan mengetahui keberlipatan kemuliaan di sore hari ini, mari kita bersungguh-sungguh menjalaninya dengan berbagai amal saleh. Mulai dari memperbanyak selawat kepada Nabi ﷺ, tilawah Al-Qur'an, berdoa, bederma, dan lain sebagainya. Semoga kita menjadi hamba Allah ﷻ yang beruntung dengan memanfaatkan hari Jumat sore ini yang penuh kemuliaan berlipat. Allahumma aamiin. 

Jumat, 25 Ramadan 1445 H
Abu Musa, Agus Fadilla Sandi

TAG