PROBLEM KEBIJAKSANAAN GENERASI MUDA (Bagian 1)

By Admin Mediaummat | 20 May 2024 11:32:34 | 25 | 0
gambar oleh pexels
gambar oleh pexels

Detik-detik jelang Perang Uhud, Rasulullah SAW mengadakan musyawarah dengan para shahabat. Saat itu, Rasulullah SAW dan para shahabat senior sepakat untuk bertahan di Madinah. Sedangkan para shahabat muda yang memiliki semangat berkobar, sepakat untuk menyongsong musuh di luar Madinah. Mengingat mayoritas peserta musyawarah adalah para shahabat muda, maka pendapat mereka menjadi keputusan musyawarah. Demikian sepenggal ciri khas generasi muda yang semangatnya selalu menggebu-gebu. 

Generasi muda zaman now tak ketinggalan, mereka menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Sebagaimana terlihat dari berbagai prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih. Misalnya kisah inspiratif keluarga pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih yang memiliki 10 anak penghafal al-Qur’an. Salah satunya, Muhammad Syaikhul Basyir yang hafal al-Qur’an 30 Juz pada saat kelas 6 SD. Demikian halnya dengan Mafazi Ikhwan Dhandy Hibatulloh (13 tahun) asal Jember yang berhasil meraih juara tiga olimpiade sains internasional bidang Matematika di Bulgares, Bulgaria, pada Juli 2018. 

Di samping kiprah cemerlang di atas, masih saja ditemui sejumlah aksi kontroversi dari generasi muda zaman now yang menunjukkan adanya problem kebijaksanaan pada usia muda. Misalnya, Kemenag melakukan riset pada tahun 2011 yang menunjukkan bahwa 89,9% dari 800 ribuan masjid se Indonesia, sepi dari kegiatan keagamaan. Kondisi ini ditandai dengan suasana shalat Maghrib yang semakin sepi. Salah satu sebabnya, generasi muda lebih suka “berjamaah” di mall daripada di masjid. Realita ini berbanding terbalik dengan muatan Hadis tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan di akhirat kelak, yang salah satunya adalah Syabbun Nasya’a fi ‘Ibadatillah; Pemuda yang Tumbuh dalam Aktivitas Ibadah kepada Allah SWT (HR. al-Bukhari).

TAG