Nabi Ibrahim dan Negeri Babilonia Bagian 1

By Admin Mediaummat | 23 January 2023 17:13:45 | 0 | 0
Ilustrasi oleh Pexels
Ilustrasi oleh Pexels

 

Nabi Ibrahim  berdakwah kepada penduduk Babilonia.  Raja mereka saat itu adalah Namrud bin Kan'aan. Seorang raja yang kejam, sombong bahkan mengaku sebagai tuhan. Nabi Ibrahim mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala. Namun karena kesombongannnya, mereka menolak seruan Nabi Ibrahim, dan mereka berkeras hati dan menolak ajaran-ajaran yang baru dari Nabi Ibrahim. 

Nabi Ibrahim terus berdakwah, sekalipun mendapat tantangan dari penduduk Babilonia, berbagai penjelasan telah dipaparkan oleh Nabi Ibrahim kepada penduduk Babilonia. Namum mereka tetap berpegang teguh pada agama nenek moyang. Kemudian nabi Ibrahim berpikir keras untuk menyadarkan kaumnya, tiba-tiba timbul dalam pikiran nabi Ibrahim  untuk menghancurkan berhala-berhala milik kaumnya. Pada suatu hari, penduduk Babilonia berniat merayakan hari keramat mereka di suatu tempat. Nabi Ibrahim berpura-pura sakit sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan mereka yang sifatnya syirik itu.

Setelah semua orang pergi dari tempat itu, nabi Ibrahim pergi ke tempat penyimpanan  berhala. Nabi Ibrahim segera menghancurkan berhala mereka itu. Hanya berhala yang paling besar tidak dihancurkan oleh Nabi Ibrahim, setelah berhala itu dihancurkan Nabi Ibrahim mengalungkan kapak itu di leher berhala yang paling besar itu.

Ketika penduduk Babilonia kembali mereka terkejut dan marah besar melihat berhala-berhala telah hancur. Mereka menuduh nabi Ibrahim yang telah melakukannya. Nabi Ibrahim dipanggil dan dijadikan terdakwa. “Apakah engkau yang telah menghancurkan barang-barang berhala itu,? Tanya mereka. Nabi Ibrahim memberikan jawaban terhadap hakim dengan penjelasan kalau tidak percaya silakan bertanya pada patung yang paling besar”. Kemudian para hakim berkata, “Engkau mengetahui bahwa patung itu tidak dapat berbicara, mengapa Engkau menyuruh kami berbicara dengan patung?“ “Patung itu tidak dapat berbicara, mendengar, dan melihat, mana mungkin kami bertanya kepadanya,” kata mereka.

Nabi Ibrahim merasa mendapat kesempatan untuk menunjukan kebodohan mereka. “Lalu kenapa kalian menyembah benda yang tidak dapat memberikan manfaat terhadap diri kalian?” Setelah itu, nabi Ibrahim memaparkan pendapatnya tentang berhala-berhala dan Tuhan yang patut disembah, namun mereka tetap pada keyakinan mereka. Nabi Ibrahim dianggap bersalah, mereka tidak membenarkan pendapat Nabi Ibrahim, sekalipun hati dan pikiran mereka membenarkannya. Nabi Ibrahim dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup. Seluruh penduduk Babilonia diperintahkan untuk mencari kayu bakar. Kayu-kayu akan digunakan untuk pembakaran Nabi Ibrahim. Tumpukan kayu yang telah terkumpul itu mencapai sertinggi bangunan dan terhampar di dataran yang luas.

Mereka menyulut kayu-kayu itu dengan api, dengan cepat terbentuklah kobaran api yang sangat besar dan suhunya sangat panas. Sebelum nabi Ibrahim dibakar terlebih dahulu badan Nabi Ibrahim diikat dengan rantai sehingga tidak dapat lari dan bergerak, lalu ditempatkan disuatu pelantor untuk menghindari mereka terhadap panasnya api tersebut, Nabi Ibrahim akan dilemparkan  ke tengah–tengah api yang berkobar.

 

TAG