Mencari Malam Kemuliaan

By Agus Fadilla Sandi | 01 April 2024 11:46:00 | 38 | 0
ilustrasi dari canva
ilustrasi dari canva

Lailatulqadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Ia bernilai lebih baik dari seribu bulan. Mendapatinya bukanlah hal yang mustahil. Tapi, membutuhkan perjuangan, bukan sekadar impian dan berpangku tangan. Sebab, waktu terjadinya masih menjadi misteri yang tak diketahui secara pasti.

Kendati tak seorangpun yang mengetahui kapan lailatulqadar itu akan terjadi.  Namun, kita patut berbahagia sebab kriterianya telah dikabarkan secara jelas. Dengan mengetahui kriterianya, diharapkan setiap muslim lebih bersemangat memperjuangkannya hingga meraih keutamaan yang Allah ﷻ janjikan.

Kriteria pertama, lailatulqadar terjadi pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan. Dari kurang lebih 30 hari dalam bulan Ramadan, lailatulqadar hanya terdapat di 1/3 terakhir. Dari A'isyah radhiallahu’anha, Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ

“Carilah oleh kalian lailatulqadr (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (H.R. Bukhari No. 2017 dan Muslim No. 1169)

Mengingat lailatulqadar hanya terjadi di sepuluh hari terakhir Ramadan, maka hendaknya setiap muslim lebih berusaha keras pada waktu tersebut. Demikian pula halnya Rasulullah ﷺ yang lebih bersemangat pada sepuluh akhir Ramadan dibandingkan pada hari lainnya sebagaimana digambarkan oleh A'isyah radhiallahu’anha.

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَجْتَهِدُ في العَشْرِ الأوَاخِرِ، ما لا يَجْتَهِدُ في غيرِهِ

"Rasulullah ﷺ bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir yang tidak dilakukannya di hari-hari lain." (H.R. Muslim No.1175)

Kriteria kedua, lailatulqadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. Bisa terjadi di malam ke-21, malam ke-23, malam ke-25, malam ke-27, atau malam ke-29. Sekaitan hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda, 

التَمِسُوها في العَشْرِ الأَوَاخِرِ: في تسعٍ تَبَقَّيْنَ، أوْ سبعٍ تَبَقَّيْنَ، أوْ خمسٍ تَبَقَّيْنَ، أوْ ثلاثٍ تَبَقَّيْنَ، أوْ آخرِ ليلةٍ.

"Carilah malam Lailatulqadar di sepuluh hari terakhir: di malam kesembilan yang tersisa, atau malam ketujuh yang tersisa, atau malam kelima yang tersisa, atau malam ketiga yang tersisa, atau malam terakhir." (Shahih Al-Jami' No. 1243)

Berbekal dua kriteria di atas, makin jelaslah kapan kiranya lailatulqadar itu terjadi. Yakni, pada sepuluh hari terakhir, di malam ganjil bulan Ramadan. In syaa Allah dengan bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, lailatulqadar akan didapati. 

Sabtu, 19 Ramadan 1445 H
Abu Musa, Agus Fadilla Sandi

TAG