PROBLEM KEBIJAKSANAAN GENERASI MUDA (Bagian Terakhir)

By Admin Mediaummat | 20 May 2024 11:34:17 | 28 | 0
gambar oleh pexels
gambar oleh pexels

‘Alqamah, seorang shahabat yang terkenal giat beribadah saja, mengalami kesulitan saat menjelang ajal (sakaratul maut), karena pernah menyakiti hati ibunya. Apalagi sampai menyiksa fisik ibu. Sayyidina ‘Umar RA berkata: Tawadha’u liman Ta’lamuna minhu; Rendah hatilah kepada siapapun yang mengajari kalian (H.R. al-Thabarani). Sedangkan penganiayaan kepada guru merupakan bukti bahwa murid yang menjadi pelaku mengidap “sakit jiwa” (fi qulubihim maradh). Nabi SAW bersabda: Laysa minna Man lam Yuwaqqir al-Kabir, wa Yarham al-Shaghir; Bukan golongan kami, siapapun yang tidak menghormati senior dan menyayangi junior (H.R. Ahmad). Tentu, pengeroyokan oknum suporter yang masih muda, terhadap supoter lain yang usianya lebih dewasa, jelas-jelas menunjukkan perilaku yang non-Islami dan bertentangan dengan pesan suci Nabi SAW.

Dus, paparan di atas menunjukkan adanya problem kebijaksanaan generasi muda pada aspek ibadah kepada Allah SWT maupun aspek muamalah dengan sesama manusia. Sebagai alternatif solusinya, paling tidak ada tiga langkah yang dapat dilaksanakan.

Pertama, aktif berdoa sebagaimana doa para pemuda Ashhab al-Kahfi. Rabbana Atina min Ladunka Rahmah, wa Hayyi’ lana min Amrina Rasyada; Tuhan kami, mohon Engkau anugerahkan bagi kami, rahmat dari sisi-Mu; dan mohon Engkau sempurnakan bagi kami, petunjuk yang lurus (Q.S. al-Kahfi [18]: 18). Menurut Ibn ‘Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir, kata Rasyada ditafsiri “kebaikan, kebenaran, kemanfaatan dan kemaslahatan”.

Kedua, aktif memperkaya ilmu pengetahuan dan pengalaman. Misalnya, Nabi Musa AS berguru ilmu pengetahuan kepada Nabi Khidhr AS (Q.S. al-Kahfi [18]: 65-82) dan Nabi Yusuf AS yang sejak kecil sudah ditempa oleh pengalaman yang begitu kaya, mulai dari konflik keluarga, asmara hingga penjara (Q.S. Yusuf [12]: 15-35). 

Ketiga, Orangtua, guru dan senior aktif membimbing generasi muda dengan lemah lembut secara lahir dan batin; memaafkan kesalahan; memohonkan maghfirah (ampunan) kepada Allah SWT; serta melibatkan generasi muda dalam musyawarah mengenai urusan publik. Tips ini berangkat dari kandungan Q.S. Ali ‘Imran [3]: 159 terkait sikap Rasulullah SAW pasca kekalahan di Perang Uhud, yang salah satu penyebabnya adalah desakan para shahabat muda agar umat muslim menyongsong musuh di luar Madinah; serta ketidak-disiplinan para shahabat muda yang bertugas sebagai pasukan pemanah, karena tergiur untuk mendapatkan harta rampasan perang, padahal perang belum usai.

TAG